Selasa, 22 November 2016

Kata-Kata Sunnandut_Iphulplanner



PERENCANAAN TATA RUANG BERBASIS ISLAM DAN KERAKYATAN

Pendahuluan

Paradigma baru perencanaan wilayah secara historis kegagalan program pembangunan didalam mencapai tujuannya, seringkali bukan semata-mata kegagalan didalam programatau pelaksanaan pembbangunan itu sendiri tetapi ada sumbangan “kesalahan “ karena berkembangnya kepercayaan terhadap kebenaran teori dan konsep yang melandasinya. Teori – teori pemangunan sealu berkembang dan mengalami koreksi sehingga selalu mengalami pergeseran tentang nilai – nilaiyang dianggap “benar” dan “baik” di dalam pproses pembangunan. Yang semula dianggap benar dan baik, dikemudian hari dianggap salah dan tidak baik, akibat pelajaran dari pengalaman,pergeseran nilai-nilai kehidupan dan perkembangan teknologi.

Perkembangan kota di barengi dengan pertambahan penduduk yang terjadi selama ini menjadikan semakin sempitnya lahan di perkotaan, berharap pembangunan dan perkembangan kota menuju Button Up Top Down yaitu perekembangan kota mengarah kepada masyarakat lapisan bawah, harapannya perkembangan kota merupakan investasi masa depan yang diperuntukkan untuk generasi 10-30 tahun ke depan, tetapi terkadang hal itu menjadi sebuah konsep onani belaka. Kebijakan Pembangunan kota yang tidak didasari dengan hati nurani dan tidak berpedomana pada ajaran Islam terkadang akan menimbulkan suatu permasalahan yang lebih besar, sudah banyak kasus-kasus Tata Ruang kota yang perencanaannya tidak berpedomana pada nilai-nilai islam, akhirnya yang terjadi adalah kerusakan, bencana.